Showing posts with label PPG. Show all posts
Showing posts with label PPG. Show all posts

Thursday, August 30, 2018

Bara ciek uda?

Hari ini tepat sebulan gue jadi mahasiswa Unila.

Ada banyak hal yang gue rasa beda dibanding semasa gue kuliah S1 dulu.
Ya jelas, output Pendidikan ini kan buat jadi guru profesional.
Jadi inner circle di dalamnya jelas banget orang-orang terpilih.
ehem, bukan maksud gue banggain diri loh ya..
Tapi serius deh, ibarat dulu S1, skrg gue sekelas sama 19 orang bara.

Bara temen gue kuliah dulu, dia selalu jadi terbaik setiap yudisium semester.
Bayangin kalau sekelas ada 20 mahasiswa, 1 nya elo dan sisa 19 nya adalah bara.
Ya mau ga mau harus banting tulang untuk bisa memumpuni itu.
Sedangkan 4 tahun terkakhir kerjaan gue di kelas cuma leyeh-leyeh.

Dibalik perjuangan banting tulang itu, ada banyak hal positif yang gue dapet.
Sekarang, selama di kelas gue udah bisa nahan ngantuk.
Sekarang, selama di kelas gue selalu duduk di barisan paling depan. (paling engga ada semangat belajar lah yah haha).
Jadi aktif di kelas, kalau aktif woro2 emang udah dari dulu sih haha Tapi ini aktif in a good way kok.
Berperan aktif setiap ada tugas kelompok.
Berperan aktif setiap ada diskusi di kelas.

Yes, i never feel more productive like this before.

tapiiiii.. emang bener sih pengaruh lingkungan terhadap gaya hidup kita itu nyata adanya.
sekarang, suasana belajar di kelas jauh lebih demokrasi dibanding dengan gue s1 dulu.
kalau dulu malah jauh dari kata demokrasi, uhuk.
emang sih kampus gue dulu ga menjanjikan akademik sebagai oleh2 yang dibawa lulusannya.
lebih ke sikap, sikap menghadapi masa lalu yang suram eaa, no bukan itu.

Sikap selalu siap menghadapi keadaan baru.
Sikap cekatan terhadap perubahan iklim yang ekstrim. (mulai ga jelas)
atau bahkan sikap untuk menghargai sesama.

intinya, gue selalu berharap bahwa movement ini akan menghasilkan produk yang berguna bagi masyarakat.

note: judul diatas gada sangkut pautnya dengan isi tulisan ini.
judul diatas diambil dari bahasa minang yang artinya (satu harganya berapa uda?).
Uda adalah panggilan untuk laki2 yang lebih tua dari kita.
walaupun gue nyeritain bara di tulisan bukan berarti sama arti dengan yang di judul.
Sekian.

Thursday, July 26, 2018

Cita-cita Jadi Guru



Apa cita-cita kamu sewaktu kecil?
Jawaban paling umum paling Dokter, Pilot, Tentara, Polisi, Penyanyi?
Ya, mungkin itu jawaban yang paling banyak ditemui ketika kamu menanyai anak usia Paud & TK.
Semakin meningkat usia anak, jawabannya akan semakin beragam dan lebih variatif .

Gue merasa aneh sama diri sendiri.
Karena gue merasa gue sering banget merubah cita-cita gue.
Hanya dalam 1 bulan gue udah bisa membatalkan cita-cita yang lama dan menemukan yang baru.
Apakah ini tanda gue memiliki jiwa yang tidak konsisten? duh gue juga kurang paham.
Mari kita tanya aja ke psikolog..
*free memori

Sewaktu kecil cita-cita gue mau jadi drummer.
Ya, entah kenapa suka banget sama pemain drum pada masa itu.
Tapi cita-cita gue itu luntur ketika gue tau harga drum mahal.
Gue yakin orang tua gue sanggup buat beli satu set drum, tapi pasti banyak hal penting yang lebih diperhitungkan.
Dan orang tua gue gapernah bilang engga atau gabakal dibeliin.
Mereka selalu memberi alasan seakan tidak melarang gue.
Contoh paling simpel, gue disuruh nyatet Drum di buku tulis gue buat dibeli pas awal bulan nanti.

Walaupun ga kesampean jadi drummer, tapi gue pernah jadi Anggota Drumband Sewaktu SD, dan Anggota Drum Corps Genta Bahana Samudera sewaktu Kuliah.

Gue juga pernah mau jadi Insiyur Pertanian.
Ini waktu kelas 4 SD.
Gue bilang ke bokap.
"yah dika mau jadi insinyur pertanian"
"jangan aneh-aneh, di jakarta udah gaada tanah kosong, mau bikin kebon dimana?"
yaudah gue cancel itu cita-cita.
Tapi akhirnya gue Sekolah di SMK jurusan Agribisnis Perikanan dan Lanjut Kuliah di Sekolah Tinggi Perikanan. Amazing bukan?

Dan yang terakhir gue Pernah menanamkan Tekat kalau gue mau jadi Guru.
Ini waktu Kelas 3 SMK.
waktu itu gue mewakili sekolah untuk LKS Tingkat Provinsi.
Tapi gue gagal berdiri di podium teratas.
Disitu gue tanamkan tekat, gue harus balik lagi ke sekolah ini.
Untuk membayar apa yang gue belom bisa kasih kemarin.
Walaupun bukan gue yang berdiri disana.

Dan Finnaly, Awal tahun 2018 gue Ikut Seleksi PPG Prajabatan..
Gue melalui semua rangkaian Tes dengan sangat semangat.
Dan memang ini rezeki gue, gue lulus di semua rangkaian Seleksi.

Well, Agustus 2018 gue akan mulai Pendidikan Profesi Guru.
Ajaib? Sudah pasti.
Apakah semua butuh Pengorbanan? ya sudah jelas.
Pengorbanan, Usaha dan Doa.
Gue Percaya Allah akan menjawab semua doa hambanya.
Dan Allah akan menjawabnya waktu yang tepat.