Showing posts with label SelfTalk. Show all posts
Showing posts with label SelfTalk. Show all posts

Saturday, May 01, 2021

FUnnY

Suatu hari gue memutuskan untuk mengakhiri sebuah hubungan.

Dan hari ini gue menyesalinya, funny bukan?


Dalam suatu hubungan yang sudah begitu pekat

gue berfikir bagaimana kalau sudahi saja

awalnya memang dia yang bertanya, "apakah hubungan ini pantas untuk dilanjutkan?".

dimana kita lebih sering saling menyakiti dibanding membahagiakan?

ketika gue jawab iya, dia malah marah, kesal, bahkan menangis.


gue bingung, juga dalam tekanan keluarga

disini memang gue yang kurang laki

harusnya bisa mempertahankan

tapi gue pilih yang paling mudah, melepaskan

walaupun nyatanya sulit benar-benar sulit.


Persoalan ekonomi emang selalu jadi hal yang terus di-bolding

uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.


baru aja lulus kuliah dan belum mendapat pekerjaan yang jelas.

idealisme kanan-kiri yang buat gue makin pucat memikirkannya.

sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan yang mampu gue menangi.

tapi sayang, bokap bilang gausah diambil.

masih lebih besar gaji pasukan oren.


yasudah, lontang-lantung cari perusahaan yang gajinya bisa lebih besar dari pasukan oren

sulit men...


akhirnya gue lanjut kuliah lagi dua kali 6 bulan,

jadi guru honor delapan bulan,

lanjut tenaga kontrak kementerian sepuluh bulan,

dan akhirnya sampai di titik gue lulus cpns.


Perjalanan yang tidak mudah,

semakin terbentuk diri gue,

hingga akhirnya.

percaya diri~


Percaya diri gue sudah pulih sekarang

tapi apakah kesempatan kesekian itu akan datang?

penyesalan kenapa sih selalu ada di belakang?

kalau saja antisipasi gue lebih cepat, mungkin kita sudah menang!

pemenang...


sudah terlambat untuk berharap kembali.

siapa juga yang mau menerima orang bodoh untuk kedua kali?.

monyet pun tidak mau haha, yakali.


you know the worst things of this all?

you are the best i have so far...

Friday, April 30, 2021

Suara elo jelek dik!


Nyokap bokap sedari dulu selalu mengajari gue untuk bisa tampil didepan khalayak.

Mulai dari yang paling sederhana mengambil challenge saat temen elu ultah.

Lomba karaoke komplek dalam perayaan 17 agustus.

Hingga Lomba adzan di komplek.


Bukan cuma dalam dunia tarik suara, nyokap bokap juga mendukung gue dalam hal apapun.

Saat gue ngelenong sewaktu duduk dibangku kelas 5 SD.

Ikut Marching band di SD.

hingga olahraga beladiri taekwondo.


See!

Mari kembali ke laptop.


Dewasa ini, gue sering banget nyanyi.

bisa dibilang hobi.

dan beberapa instrumen musik juga gue bisa.

gitar, keyboard dan drum.


Namun engga banyak temen gue yang bilang.

dik better elu diem deh wkwk.

atau anjir suara elu bagus! yak lebih bagus kalo diem.

sikap gue dalam menghadapi semua itu, idgaf man!.


Karena kalau ditarik mundur dari benang yang dulu gue pernah sempat berprestasi di dunia tarik suara.

Contohnya gue pernah menang lomba karaoke waktu gue umur 4 tahun.

juga gue pernah menang lomba adzan sekomplek waktu kelas 8 smp.

terlepas dari mungkin gue menang karena orang dalem atau lainnya.

seenggaknya gue punya bit yang selalu bikin percaya diri gue kuat.


Lomba Karaoke

Gue inget banget dulu gue nyanyi lagu dewa 19, larasati.

dan penonton waktu itu sing along saat gue tampil.

penguasaan panggung gue oke.

dan yak gue menyabet juara 3 pada saat itu.

ditahun berikutnya gue mencoba peruntungan yang sama.

namun nyokap menyarankan kalo gue untuk bawain lagu anak2.

gue nyanyi ayam hitam, tapi sayang disaat gue tampil gue sempet lupa lirik dan tiba-tiba blank

disaat itu juga gue melepas mic dan menyerahkan ke panitia.


Lomba Adzan

lomba ini gue ikuti tepatnya di tempat gue belajar baca kitab.

gue udah pesimis terhadap hasil akhir, karena temen-temen sebaya waktu itu cara baca kitab dan pelafalannya jauh diatas kertas dibanding gue.

but, show must go on.

dan yak, gue juara 1 pada saat itu.


Saat ini gue berprofesi sebagai guru

dengan karakter vocal gue yang berat dan sedikit serak.

ketika mengajar suara gue begitu menggelegar di dalam kelas.

namun, pernah satu kesempatan gue nyanyi dengan sambil bermain gitar.

ternyata respon dari banyak yg mendengar "suara gue khas, dan lembut".

katanya sih, beda banget saat gue lagi ngajar.


anyway

memang, konsistensi gue dalam ambil nada kadang suka labil.

dengan karaktek vocal yang bass malah sering maksa ambil nada tinggi.

mungkin karena banyak lagu yg gue denger dengan aliran musik keras.

fyi, gue jg pernah isi vocal untuk salah satu band metal punya temen gue.


memang sih, gue hobi banget musik, menyanyi.

walaupun kemampuan gue dalam bersuara tidak semampu jari-jari gue dalam memainkan musik.

tapi... yang harus selalu kita ingat adalah....

show must go on!

do what you love,

and love what you do.


Chill!

Thursday, September 06, 2018

The Transit


6 September 2018
Hari ini tepat satu tahun gue di wisuda.
Kalau ditanya apa yang udah gue dapat dalam setahun ini, gue blm bisa jawab banyak.
Gue juga belum bisa menunjukan apa2.
But after all, sekarang gue sedang menikmati proses masa persinggahan (Pendidikan Profesi Guru Prajabatan 2018).

Menikmati proses adalah kebahagiaan alami yang kita dapatkan.
Engga semua orang bisa melalui masa ini.
Karena masih banyak yang salah menafsirkan suatu rumus.
do what u love and love what were u doing.

So what u get after ur graduation?
Seberapa penting besaran yang kita dapat?
Kalau cuma untuk dinikmati sementara, fana.

Baru-baru ini gue sedang memahami konsep memberi.
Sebelum memberi kita harus tau apa yang kamu punya.
Karena erat kaitan antara memberi dengan memiliki.
Kemudian bagaimana kamu memberinya?
Apakah target pasarnya sudah sesua?
Berarti kamu harus punya banyak hal sebelum kamu bisa memberi nya.
Apapun itu.

Sekarang kalau ditanya tentang idealisme.
Banyak lulusan perguruan tinggi yang menjual realitas dirinya kepada titik idealis.
Kalau bahasa ngetrennya, stay in the safe zone.
dibalik semua itu ada satu yang terus gue pertahankan.
Hidup untuk mencari bahagia, dan membahagiakan.

Singgah.

Thursday, March 01, 2018

Memaksa Berjodoh

Udah 6 bulan selepas gue wisuda.
Ga kerasa banget sumpah deh.
Padahal rasanya baru kemaren mulai bikin propo KIPA (Skripsi).
Sumpah klise banget haha.
abaikan aja...

Selama enam bulan ini gue bukannya engga ngapa2in.
Gue banyak ngapa2in malah.
Tapi target gue supaya dapet penghasilan blm tercapai.
Sedih sih, tapi gue tetep berusaha.

Bokap pernah bilang, kamu udah kuliah susah2.
Udah tinggi2, apalagi 4 tahun di asrama.
Pake baju dines, yang perjuangannya ga mudah (u know what i mean).
Sekarang bukan waktunya ngerjain hobbi kamu ngurusin ikan.
Tapi gimana bisa ngasilin uang, seenggaknya buat kamu jajan.
Bagus lagi buat kamu lanjut kuliah, dan jajanin adek2.
Ayah ga minta banyak kok mas.

Sulit men.
Gue seperti terjebak dalam ruang realistis dan idealis.
Gue ga idealis buat terus ada di zona ini.
Tapi gue ga bergerak menuju realistis untuk cari jalan lain.

2 Bulan setelah lulus gue menjalani magang di sebuah instansi mandiri.
Instansi ini memproduksi benih ikan konsumsi, ikan patin.
Ya karena skripsi gue dulu konsen nya ke ikan ini.
Setelah magang gue belum bisa langsung menuju lokasi tempur gue.
Karena masih tahap pembangunan, akhirnya gue istirahat lagi di rumah kurleb satu bulan.

Bulan januari gue dikontak sama yang punya lokasi kalo barangnya udah siap.
Yaudah gue berangkat ke luar kota (depok).
Priuk - Depok, udah bisa dibilang kerja di luar kota lah ya haha.
Disini gue mempersiapkan perlengkapan penunjang operasional, sampe akhirnya siap memproduksi benih.
Pertengahan bulan januari gue udah mulai produksi, dan bisa panen di minggu pertama bulan februari.
Gue ga panen banyak, bahkan ga sampe 10% dari jumlah ekor awal tebar.
Tapi masih dimaklumi, dan masih dianggap keberuntungan pemula.

Siklus kedua, ketiga gue mengalami anjlok parah.
Masih beli larva dan ga sampe ke titik panen (flushing).
Menuju ke siklus 4 dan 5 gue nyoba pakai induk yang udh dibeli sewaktu masa siklus ke 2.
Tapi hasilnya nihil.
Gue udh pesimis. mulai berfikir rasional beranjak ke realistis.

Akhirnya Gue hubungi pembimbing gue.
Gue ngasih tau kalo gue mau resign dari sini.
Tapi beliau malah ketawa. "gimana sih kamu dik, payah".
Gue ga marah diketawain beliau, justru gue berfikir, Iya juga.
Terus beliau juga bilang, kalau mau resign paling engga tunggu sampe sekali panen.
Besok ikut prosesi pemijahan di tempat saya. biar tahapan dan alurnya inget lagi.

Tadinya gue udang ngelipet semua baju dan siap dimasukin ke tas.
Tapi lipetan bajunya gue masukin lg ke lemari.
Yaudah satu siklus lagi.
Abis ini baru pulang.

Gue ga nyerah sih.
Gue cuma berfikir, kalau gue disini terus kapan gue bisa punya tempat usaha sendiri.
Penghasilan aja blm jelas, menuju kata stagnan aja tipis banget harapannya.
Gapapa lah gue jadi karyawan kantoran 7-16.
Seenggaknya gue bisa kumpul uang untuk menuju Hatchery Sendiri.

Bergeraklah dari zona nyaman~
Fourtwnty

Wednesday, July 12, 2017

Memilih Bahagia

Potret pendidikan di indonesia.
Biasanya dipengaruhi oleh rasa Gengsi.
jarang sekali anak manusia di bumi pertiwi ini.
yang benar-benar jatuh pada pilihan hati.

Atau terkadang, ada suara sumbang yang menyerka.
Pilih apa saja, yang penting disana.
iya betul, enggak penting jurusannya.
yang penting kampusnya, universitasnya.

Atau terkadang, kampus itu kampus keluarga.
maksudnya, uyut, kakek, ayah..
semua menempuh pendidikannya disana.
Kamu gak boleh memutuskan tradisi keluarga.

Benar-benar dangkal.

Atau terkadang, masalah materi.
ini yang agak susah untuk ditoleri.
Sang anak paham bahwa dia berisi.
tapi tak mau membebani.

**

Pernah dengan suatu cuitan dari orang yang lumayan terkenal.
"kalau anak anda nilai seni-nya 90 dan matematikannya 60, apa yang ada lakukan?".
kebanyakan orang tua akan memfokuskan anaknya agar belajar matematika lebih intens.
Bahkan tak jarang, anaknya dipaksa untuk les di pagi siang dan malam.
Agar nilainya di semester mendatang bisa seimbang.
Percaya deh, manusia enggak diciptakan untuk bisa ahli dalam segala bidang.

Itu yang mungkin terjadi di bangsa kita saat ini.
Manusia seakan ingin bisa semua.
Melakukan semua, apalagi yang berkuasa.
Lalu bagaimana rakyat kecil?
iya bisa juga semua..
Menangis, menderita, meratap semuanya mereka lakukan.

Masuk kuliah karena terpaksa.
Menjalani 8 semester yang bukan diri sendiri itu susah lho.
Ketika lulus, dipaksa lagi untuk bisa membangun negeri.
Kalau awalnya bukan dari hati, apakah bisa di amini?.

Krisis SDM.
Akhirnya, berdampak di dunia kerja.
Melakukan yang bukan passion.
"ah, yang penting absen, masuk kerja, pulang deh"


**


Gue sendiri merasa seperti itu.
Gue kuliah di tempat yang bagus, bagus banget.
Tapi ini bukan tempat gue.
Terlepas dari garis takdir yang telah di tuliskan oleh Tuhan.

Banyak orang diluar sana yang lebih pantas di posisi ini.
Bayangin aja, makan tidur gue.
Listrik dan air gue.
Semua dibiayai negara.
Yang notabene, diambil dari pajak.
Mungkin aja pajak-pajak ini dari orang yang lebih susah dari kita?.
Udah gitu kuliahnya gak pake hati.
Aduh sungguh merugi..

Terus bagaimana untuk menjadi yang terbaik?.
Di putih abu gue udah cukup mendapatkannya.
Sekarang gue lebih menekankan jiwa.
untuk jadi diri sendiri saja..

Di akademik emang gue seperti menyerahkan saja pada takdir.
di kegiatan ekskuler, banyak banget yang gue dapet.
Tentang bagaimana bisa bekerja di bawah tekanan.
Tentang bagaimana menghubungi atasan.
Tentang bagaimana bekerja dengan team.
Tentang bagaimana membagi waktu.
Tentang bagaimana memilih kebutuhan atau keinginan?.
Tentang pengembangan diri, dan melakukan yang elu suka.

Di sela-sela kehidupan asrama.
gue banyak menghabiskan waktu menatap layar kaca.
mendalami apa yang benar-benar gue suka
dan yap gue bisa.

Kalaupun gue engga kerja sejalur dengan pendidikan ini.
gue udah siap, gue punya pegangan.
Tapi apakah dunia kerja bisa menerima
tanpa dibekali dengan pendidikan formal?

bisa kali dik,.
Hidup itu bukan cuma tentang bagaimana kamu bisa melakukan.
Atau kamu mau melakukan.
Tapi, tentang kamu kenal dengan banyak orang..

Kamu kenal dengan seeorang.
dan dia adalah power ranger.
dan kamu suka menggambar.
siapa tahu power ranger nya bosan dengan kostum lama.
Ranger merah : "eh dik, buatin gue kostum baru dong, yang lebih trendy gituu"

**

Sekarang gue pengen habisin satu tahun gue setelah lulus untuk bebas berkarya.
yaa, benar-benar menjalani apa yang gue suka.
bener-bener passion gue.

Wednesday, April 26, 2017

Penugasan Terakhir, Hampir Usai~


Gak sampe dua minggu praktik akhir ini selesai. Akhirnyaa, gak kerasa ternyata gue bisa bertahan melalui semua proses pendidikan di instansi ini hingga di penugasan terakhir. Kalau mau dibilang banyak rintangan wah banyak banget pastinya. Beberapa kali gue hampir mau nyerah dari instansi ini. Bahkan pernah gue udah daftar ke Kampus lain waktu semester 3. Tapi balik lagi gue anggep itu cuma kejenuhan sesaat. Gue balik semangat karena inget tujuan awal kenapa gue disini. #mulaisotoy

Kalau yang belum tau Penugasan Terakhir ini namanya KIPA (Karya Ilmiah Praktik Akhir) Kalau di kampus konvensional namanya Skripsi. Sama aja, elu kira kite yang di asrama kaga pusing sama skripsi wkwk. Mulai dari penentuan judul, Penyusunan Usulan Topik Praktik (Manajemen/Penelitian Terapan). Seminar Usulan, Proses pengambilan data dan penyusunan. sampe ke seminar akhir + sidang.

Cuma beda nya kita satu angkatan ngerjainnya dalam satu ruang lingkup. Yups, di asrama. Kalau ada temen yang males2an, kerja nya tidur doang atau main game aja ya kita ajak ngerjain bareng, Apalagi kalo udah diingetin tapi masih ngeyel wah langsung kita ceburin aja ke kolam ikan yang ada di lingkungan asrama haha.

Praktik akhir ini berlangsung selama 3 bulan guys. Kita satu angkatan tersebar luas dari sabang sampai marauke, mantab kan.

Banyak hal yang gue dapet di tempat gue praktik ini. Gak cuma data2 yang emang gue mau ambil tapi nilai2 kehidupan laainnya gue juga dapet. ceileh. Dan ternyata, dinas jaga yang selama ini dilaksanakan di kampus ada impact nya di tempat praktik gue ini. Apalagi tempat gue praktik itu tempat usaha pembenihan ikan patin. Kalau yang belum tau sini gue kasih tau.

Larva ikan patin itu pada usia 2-5 hari setelah menetas sudah mulai diberi pakan. Dan pemberian pakannya itu setiap 2 jam sekali. Karena laju pengosongan lambungnya memang berlangsung cepet guys. setelah lima hari baru deh interval pemberian pakannya meningkat 3 jam. sampe akhirnya kalau udah usia 14 hari larva patin diberi pakan setiap 6 jam sekali.

Lokasi gue praktek di desa babakan, ciseeng, bogor. Kalau yang belum tau, sini gue kasih tau lagi. Gratis brooh. Disini tuh kawasan minapolitan perikanan guys. Jadi sejauh mata memandang banyak banget terhampar kolam2 pemeliharaan ikan. Hampir setiap rumah punya kolam ikan, entah itu ikan hias atau konsumsi.

Kalau mau kesini silahkan aja, patokannya tugu lele. Dijamin harganya murah banget!. Karena kita langsung ketemu sama produsennya tanpa perantara haha.

BTW itu di header postingan ada gambar kaos KIPA kan ya hehe, kalo temen2 ada yang berminat dan pengen punya kaos itu. silahkan bisa dipesan disini :D https://tees.co.id/ps/tw/430655

#HappyBlogging

Tuesday, March 28, 2017

KULIAH ?


Ada satu percakapan yang bikin gue masih mikir sampai sekarang.

People A: Buat apa sih kuliah? banyak kok orang sukses dan dia enggak kuliah.
People B: Yaa palingan satu dari sekian juta itu mah..
People A: Lagian percuma kuliah kalau enggak sesuai minat kan?
People B: Bersyukur bisa kuliah, banyak orang pengen kuliah tapi gabisa.
People A: hemmm
People B: Coba elu tanya sama orang sukses itu, pasti dia berusaha sampe sukses sekarang karena ngumpulin uang buat kuliah..
People A: tapii....

Iya bener banget, kalo menurut gue dari opini kedua orang tersebut engga ada yang salah. Banyak kok orang sukses yang engga ngelewatin bangku kuliah. Banyak juga orang yang udah kuliah jauh-jauh sekarang masih nganggur, nyeduh kopi sama pantengin koran tiap hari. Tapi bukan itu intinya sih.

Semuanya balik lagi ke orang masing-masing. Perkara kuliahnya engga sesuai sama minat atau engga urusan belakangan. Sebagai manusia kita harus punya prinsip guys!. dan ada satu kalimat yang selalu jadi penyemangat gue.. "Just Finished What You've Started" Yups, selesaikan apa yang udah elu mulai! From The Song Of -> Pee wee gaskins - Here up on the attic.

Enggak cuma akademik aja yang kita dapet dari kuliah. Tapi bagaimana mengatur diri sendiri. Belajar mandiri sih istilahnya. Apalagi buat kita-kita yang kuliah jauh dari kampung halaman, yang mengharuskan kita untuk tinggal ngekost atau di asrama kampus. Kurang lebih 4 tahun selama kuliah kita akan benar-benar mengatur semuanya sendiri. Dari bangun tidur sampai tidur lagi. Dan ini kepake banget nanti di dunia kerja. Bagaimana elu di dunia kerja, adalah hasil latihan elu pada saat itu.

Bedanya dengan sekolah menengah pertama atau atas, SMP / SMA. Di dunia perkuliahan organisasinya berasa banget mandirinya. Kalau di Bangku sekolah menengah kita masih dibimbing sama guru / pembina untuk masing2 ekskul atau organisasi. Di Bangku kuliah organisasinya bener-bener menyala. Bukan hanya mandiri dari sisi bagaimana pembagian tugas, menjalankan program kerja, pencarian dana untuk kegiatan. Politik pun sudah mulai ada rasa pada level ini. Dan bagaimana diri elo saat berorganisasi akan terpakai di dunia kerja nanti.

Dari tadi udah banyak ngomongin mandiri. Ini salah satu hal yang paling sensitif. Sebagian dari kita mungkin ada yang ngerasa, duh pengen deh rasanya bisa ngumpulin uang dari keringet sendiri. Biar ga terlalu bebanin orang tua. Man! siapa yang engga mau kayak gitu. Tapi nyatanya masih banyak kemauan-kemauan engga penting dan kita ngerengek-rengek minta ke orang tua buat menuhin itu. Iyap, di dunia kerja bakal kerasa banget susahnya mengatur keuangan. Semua kita mulai dari latihan.

Seenggaknya kalau elu udah di semester akhir sekarang. Belum terlambat buat memulai latihan ini. Anggap simulasi ini apa yang benar-benar akan kita hadapi nantinya. Salah deh, ini bukan simulasi. Ini udah kehidupan asli.

#SelfTalk
#CMIIW

Saturday, March 11, 2017

Menunda Suatu Pekerjaan (Re: Nanti Aja)

Nanti

Gue sadar kalo lusa mau ngadep dosbim untuk bimbingan plus setor hasil revisian kemarin. Tapi kok rasanya berat banget yah, seakan ada yang membisikan "nanti aja". Gue beranjak dari tempat tidur, langsung cari draft proposal praktik akhir yang udah penuh sama coret-coretan ibu fitri (Dosbim Tercinta). Nyalain laptop dan siap buat ngebenahin proposal ini.

Tiba-tiba layar handphone menyala terang, dilanjutkan dengan getaran lembut serta iringan ringtone yang menandakan ada pemberitahuan. Ternyata dari satu channel yang gue ikutin di youtube, kayaknya seru juga video barunya hihi. Akhirnya gue tinggalin laptop yang sudah menyala dengan draft proposal yang tergeletak diatas meja. Emang paling asik baring-baring gini sambil nonton youtube, sampe akhirnya ketiduran.

Sebangunnya dari tidur gue sadar kalo pagi ini engga ikut kegiatan pagi. Kalo dihitung alfanya udah ga kebayang berapa nilai kondite minus yang gue punya sekarang. Haduuuuh, proposal engga ada progress, malah kondite minus yang bertambah.. Sungguh merugi

THAT'S THE POINT...

Menunda pekerjaan emang bukan suatu hal yang bagus guys. Bahkan gue yakin engga ada satupun  referensi yang menyarankan akan hal ini. Sepertinya kita sudah termindset dengan kalimat "the power of kepepet". Emang sih bener banget, aura kalau lagi kepepet tuh kayak semua imajinasi keluar. Semua yang kita mau kerjain ada dalam bayangan. Berasa kepala ini udah sejenius Einstein haha.

Gue juga termasuk orang yang suka ngomong "nanti aja lah". Jujur gue engga tau cara ngilangin sifat jelek ini.  Dan pasti ujung-ujungnya "menyesal". Kampret banget kan.

Pas udah di ujung deadline, kita emang semangat ngerjain. berasa semua tenaga milik kita. Tapi denger bisikan hati kecil "kenapa engga dari kemarin". Kebayangkan berapa meruginya kita, mengalahkan suatu pekerjaan yang penting dari hal-hal sepele yang seharusnya bisa dikalahkan.

Selesai!


Buat temen-temen yang punya ide bagaimana cara ngilangin sifat jelek ini "menunda suatu pekerjaan / nanti aja" bisa komentar di bawah.

Thanks For Coming, #happyblogging :)