Melukai Bahagia

Hai bahagia,
ini sudah keberapa kalinya kita berjumpa
gue agak kurang paham
sebenarnya bagian ini pertemuan yang disengaja atau direncanakan?
gue pengen tanya deh sama kamu bahagia.
apakah kamu dengan kesedihan itu bermusuhan?
lalu siapa yang berlaku antagonis diantara kalian.

kudengar dari seorang bahwa kalian belum pernah bertegur sapa ya?
sejak kapan?
wah gue yakin itu waktu yang sangat lama
apakah sebaiknya kalian baikan saja
tapi bagaimana caranya ya~

Cara orang memandang bahagia tentu berbeda.
Begitu juga cara mendapatkannya.
Asal jangan saling melukai.

Berbicara tentang melukai.
Kembali lagi ke cerita di baris awal.
Apakah benar bahagia dan sedih saling bermusuhan?
Apakah benar mereka saling melukai.
Gue pengen tanya kalau kayak gitu.
Menurut perspektif kalian siapa yang jahat? kesedihan atau bahagia~.
Lalu apabila kamu melukai kesedihan untuk mendapatkan bahagiamu, apakah akan membuatmu puas?~

Bahagia dan kesedihan sebenarnya adalah satu individu.
Mereka nyata.
Kalau bahagia itu titik dua dan tutup kurung.
Kalau sedih itu titik dua buka kurung.

Kamu tahu tentang karma?
apakah di agamamu diajarkan tentang ini?
Di agamaku diajarkan tentang pembalasan.
Konsepnya tidak jauh berbeda, sama, malahan tidak ada bedanya.

Kalau kamu berbuat jahat di hari ini, kelak akan ada balasannya di hari esok.
Itu karma, Balasan juga.
Kalau kamu berbuat baik di hari ini, kelak kamu akan mendapat kebaikan di hari esok.
Itu karma bukan?

You Might Also Like

0 comments