Tentang Mencari Bahagia

seperti yang sudah gue tulis sebelumnya.
persoalannya masih tentang bahagia.
sekarang pertanyaannya ada dua.
bahagia itu memang harus benar dicari.
atau ditunggu saja sampai datang sendiri.

enggak ada yang salah dari kedua pilihan itu.
karena menurut gue bahagia itu sederhana.
untuk mencapai bahagia yang ikhlas memang butuh pengorbanan.

menulis,
adalah salah satu rangkaian dalam merayakan bahagia.
merekam semua gerak nyata hidup menjadi tulisan-tulisan indah.
tidak perduli siapa yang memperhatikan.
walaupun masih hambar satu sampai dua minggu paska kejadian.
transformasi ini akan lebih kental terasa jika dibaca satu sampai dua tahun mendatang.

membaca,
sama halnya dengan menuang.
meminum akan membuat dahagamu hilang.
tenggorokan yang kering terbasahi dengan rangkaian kata2 yang kamu butuhkan.
tapi ingat, enggak semua minuman bisa menghilangkan dahaga.
salah minum bisa juga buat kamu gila, sama kayak salah baca.
minum juga gak boleh sedikit-sedikit, ya dihabisin lah.
kalau engga entar minumannya menangis atau berseringai.
sama kayak bacaan, semua sudah menjadi satu rangkai.
kalau kamu baca satu per tiga saja, belum tentu keretanya akan jalan.

Gaya tulisanmu tua dik~

sekarang sudah paham?

ada beberapa koreksi hidup yang disampaikan oleh pembaca.
gaya tulisanmu tua dik.
ya mungkin kamu yang terlalu banyak melihat kebelakang sehingga pikiranmu tidak jauh beda dengan anak paud.
atau gue yang terlalu banyak melihat film orang dewasa sehingga rangkaian kata ini seakan terlihat semrawut.

ada cerita baru.
masih tentang bahagia..
tapi yang telah dirampas.

menjalani hal yang kamu suka emang sangat menyenangkan.
apalagi seiring dengan itu kamu juga menuai uang.
wah, makan nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan.
tapi , terkadang pemikiran manusia tidak satu frekuensi.
banyak hal mengganjal, yang sebenarnya tidak perlu sekali.
untuk di permasalahi.

Kejedot dibuat sendiri. kalau nangis, yaa berhenti sendiri

namun, apa daya~
manusia hanya bisa berkehendak.
tuhan turunkan para penghancur bumi..
untuk meluluh lantahkan semua yang Ia tidak sukai.
menangis adalah hal klasik untuk menyesali perkataan yang salah terucap.
kalau kata orang dewasa.
"kejedot dibuat sendiri. kalau nangis, yaa berhenti sendiri".

sekarang susah untuk mendapat bahagia itu lagi.
minuman yang gue tuang dua - tiga tahun sebelumnya.
kena tendang anak kecil yang lagi main bola.
dahaga ini seakan menangis.
perjuangan menuang sejak dulu.
tidak terasa ketika beliau datang menghampiri.

sekarang aku bertanya pada diri sendiri.
buat apa jika hidup tidak bahagia.
atau buat apa jika hidup untuk bahagia sendiri.
sungguh durhaka manusia bila hidup hanya ingin dibahagiakan.

dulu waktu kecil gue pernah berfikir.
bahagia itu sederhana.
"gaada pr matematika, itu udah cukup buat bahagia".

You Might Also Like

2 comments

  1. Jangan lupa untuk selalu bahagia. :)

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete