Tuesday, February 21, 2023

Tunjangan Fungsional Seorang Ketua Kelas


Alangkah bahagianya tanggal 1 di tiap bulannya, seorang yang ditugaskan menjadi Seorang Ketua Kelas mendapat benefit finansial berupa tunjangan fungsional. Besaran tunjangan fungsional tersebut pun diatur berdasarkan: jumlah anggota dari kelasnya; prestasi kerja selama menjadi ketua kelas; masa kerja menjadi ketua kelas; dan beberapa pertimbangan tidak tertulis Lainnya. 

Relasi lagi-lagi menjadi hambatan, ketika diketahui yang terpilih ternyata adalah kemenakan dari kepala sekolah di sekolah tersebut.

Aura demokrasi pun dimulai pada awal semester, semua siswa berlomba menyampaikan visi dan misi yang akan mereka usung ketika kelak menjabat sebagai Ketua Kelas. Mendekati Wali Kelas mereka guna mendapat Simpati bahkan Empati, alih-alih akan dikandidatkan sebagai Ketua Kelas baru di semester itu. Bahkan tidak jarang, dalam sebuah kelas terbentuk beberapa golongan upaya memperkuat suara dalam pemilihan seorang ketua kelas. Golongan-golongan atau jika dipermudah kita sebut sebuah Kelompok itu pun bukan tidak mungkin menitipkan program kerja kepada Calon yang diusung. Kepentingan-kepentingan sebuah Kelompok tersebut yang kemudian menjadikan kehidupan demokrasi pada sebuah kelas menjadi lebih berwarna. 

Terjadi sebuah kisah, seorang siswa yang amat berprestasi dalam bidang akademik. Mewakili sekolah pada banyak perlombaan sains dan exact. Membawa harum nama sekolah dengan menorehkan banyak medali ketika kembali. Namun karena kedekatan terhadap wali kelasnya kurang mumpuni, dia tidak ujung dikukuhkan menjadi seorang ketua kelas. Sebuah Kelompok minoritas menyampaikan bahwa, ada sebuah keyakinan jika siswa tersebut menjadi ketua kelas maka kelas yang ia pimpin akan Maju, Makmur nan sejahtera. Relasi lagi-lagi menjadi hambatan, ketika diketahui yang terpilih ternyata adalah kemenakan dari kepala di sekolah tersebut.

Prestasi hanyalah secuil debu tanpa relasi, kesimpulan itu banyak kita temui ketika melihat potret-potret kejadian nyata adanya dalam dunia birokrasi. Tak kenal maka tak sayang, tak kenal marilah kita buang. Catatan-catatan yang kerap muncul mendapingi keputusan terpilihnya yang dikenal sebagai berikut: lebih mudah untuk berkoordinasi; lebih mudah untuk diatur; punya jasa tak terhingga; ada perjanjian terselubung; prestasi; tidak dipungkiri mungkin juga ada ancaman.


Tuesday, June 08, 2021

Tiba Masa Tiba Akal

Budaya kerja dadakan sunggguh membuat gue sangat kesal, alih-alih doktrin abdi negara harus siap kapanpun ditugaskan dan harus mampu menyelesaikan tugas. Padahal, yang kerap terjadi di lapangan list-list pekerjaan itu sudah ada sejak lama, namun karena panjangnya birokrasi membuat perintah itu turun ketika sudah mendekati deadline. Hasilnya, pekerjaan tidak maksimal selesai. Maka sangat sering kita melihat di lapangan hasil-hasil proyek dayang sumbi yang dilihat saja pun rasanya iba.

Man! Belanda datang ke indonesia bukan semata keisengan belaka. Riset kenapa harus Indonesia mungkin sudah dilakukan hingga puluhan tahun. Tidak serta merta (tokoh belanda) yang sedang asik nongkrong di warung kopi tertiba nyeletuk ke teman tongkrongan "kayaknya indonesia oke cuy" seketika setongkrongan setuju besoknya langsung cabut ke indonesia dan berhasil menjajah 350 tahun lamanya. 

Begitupula dengan Jepang, dalam pelancaran aksi bombardir "pearl harbour" mungkin sudah dipikirkan matang walaupun pada akhirnya terkena serang balik yang mengakibatkan hirosima juga nagasaki hancur lebur.

Indonesia seakan terlalu terinspirasi oleh kisah rakyat yang sudah terlalu menjamur. Alih-alih sangat bersemangatnya Sangkuriang ingin menikahi dayang sumbi, hingga akhirnya menerima tantangan untuk membuah perahu yang sangat besar dalam waktu semalam. 

Kisah heroik itu semakin membuat Indonesia yakin bahwa Sangkuriang aja bisa kok buat proyek besar itu selesai dalam satu malam. Apalagi cuma tugas-tugas kecil, yok kamu bisa yok!

Diluar konteks itu semua, gue jadi penasaran. Apakah Sangkuriang pada saat itu juga menyemangati dirinya dengan berteriak "yoo bisa yoook" hahaha.

Salam Dadakan!

Saturday, June 05, 2021

Berita Kehilangan

Tulisan ini tidak ada sangkut pautnya dengan salah satu band folk indie yang agaknya pernah mengaku yang paling metal.
Sama sekali tidak. 

Setiap mendengar berita duka, dalam pikiran gue hanya satu. Apakah gue akan mengalami rasanya kehilangan? atau malah gue yang menghilang lebih dahulu.

Sejauh itu, selama mendengar berita kehilangan. Yang gue lakukan selalu memberi semangat "yang sabar, didoain selalu, bo/nyok elu udah tenang di surga"
gue yang berlaga seperti si paling empati nampaknya salah besar.

Hal itu gue sadari ketika gue sendiri yang akhirnya mengalaminya.
Akhir tahun 2018, kolom pesan whatsapp maupun medsos lainya penuh dengan ucapan-ucapan diatas. 
Ada beberapa yang berbeda, setelah gue identifikasi. Pesan-pesan yang bentuknya berbeda berasal dari orang yang sudah kehilangan lebih dahulu.

Sabar ya dik..
iya gue tau gue harus sabar, karena cuma itu yang gue punya..
Nyokap elu udh ada di surga dik..
Makasih, tapi faklah. Tanpa elu kasih tau gue udah tau..

Jaga kesehatan dik, tidur dicukupin, sholat. doain mamahnya.
Makasih lho, walaupun gue tau gue pasti doain mamah, tapi rasa empati yang sebenar nya gue rasain di pesan ini.

Entah gue yang terlalu perasa atau bagaimana, itu yang gue rasakan. Sangat aneh aja kalo disuruh sabar.. Kalo disuruh jangan berlarut... Kalo disuruh Jangan Sedih..

Siapa yang tidak akan sedih, kemudian berlarut dan siapa yang tidak bisa menggunakan sabarnya ketika kehilangan orang yang dicinta, sangat dicinta.
Seorang yang menemani gue dari masih seukuran botol air mineral kemasan.
Hingga berkumis dan bisa membuat lawan jenis jatuh hati.

Even presiden pun nangis kok pas Ibu-nya meninggal. Orang nomor 1 di Negeri ini.

Dari situ, setiap mendengar berita kehilangan. Bukan pelit atau bagaimana. Gue memilih lebih baik diam, bahkan memutuskan untuk tidak dulu menghubungi dalam waktu dekat.
Bagus-bagus kalau jaraknya bisa gue tempuh, lebih baik gue datang dan ajak ngobrol. Mungkin saja bisa sedikit membawa perasaan tenang dan menghibur.

Guepun menghindari untuk bertanya 5W+1H mengenai kematian orang tersayang yang bersangkutan. Tunggu saja sampai dia yang bercerita, itupun biasanya gue tahan. Atau gue alihkan kepembicaraan lainnya.

Kepada siapapun yang pernah mengalami kehilangan dan membaca tulisan ini. Elu ga sendiri, dan sangat banget percaya kok kalp orang tersayang kita ini sudah di surga dan bangga dengan apa yang bisa kita capai setelah kepergiannya.

Kepada Kamu yang Akan Menemaniku di Masa Nanti...

Hai Kamu, aku tidak tahu apakah kita sudah bertemu atau belum?
Sudah ataupun belum, semoga itu tidak terlalu berarti.

Karena menurutku, saat ini aku pun masih dalam proses membentuk diri.
Aku percaya kamu sabar hingga saatnya tiba kita dipertemukan.
Jikapun kamu sekarang sedang bersama yg lain, akupun berharap besar itu juga bagian dari proses pembentukan dirimu.

Pesanku, jangan sakiti dia. Biar saja kamu yang disakiti olehnya, karena supaya tidak ada perasaan dendam darinya. 
Juga supaya ada alasan aku hadir untuk menyembuhkan lukamu yang dibuatnya.

Aku akui sangat bercanda diriku ini, dalam kondisi serius seberusaha keras aku untuk bisa serius. Jangan khawatir aku tidak akan menghadapi hal serius dengan tertawa. 
Aku percaya kamu, maka beri kesempatan untuk aku bisa kamu percaya.

Aku yang terlalu main-main, jangan khawatir ketika kita nanti menghadapi hal penting aku malah perankan permainan petak umpet. Aku percaya kamu, izinkan aku ada untuk dipercaya.

Dhiekss, June 2021

Titik Berangkat

Semua org berangkat dari koordinat yang sangat unik, sangat mustahil berbeda orang berangkat darj titik yang sama.
Maka percuma jika mencoba untuk terus membandingkan pencapaian tiap-tiap orang, apalagi sudah tau berangkat dari titik terendah malah leyeh-leyeh di perjalanan.
Hidupmu sungguh merugi.

Hal yang sangat adil untuk dibandingkan adalah diri kita sendiri, bagaimana diri kita sebelum dan di saat sekarang.
Tentu akan ada kurva yang terlihat, pun bergantung bagaimana proses yang kita juga perjuangkan.

Gue sendiri bersyukur, walaupun berangkat dari titik yang lumayan mendekati permukaan.
Namun banyak pelajaran karena di tengah jalan sempat dibanting sangat keras hingga membentur dasar.
Mungkin ada hal-hal yang ingin sekali gue buktikan ke khalayak kalo gue bisa. dan yak gue bisa.
Padahal Isyana Sarasvati pernah bilang dalam lagunya yg berjudul "keep being you"
i dont need you to prove, just keep beeing in you.
hehe komedi.

Satu hal yang sangat ingin gue sampaikan.
Saat di perguruan tinggi, gue mungkin menjadi salah satu tolak ukur kegagalan mahasiswa. Dalam hal apapun.
Sampai saatnya gue buktikan bisa berdiri tegak di titik ini.
As simple as, i let people see me in just one eye until they are really underestimated me. Nah kalo udh di fase itu gue bilang dengan lantang "this is my show time".

Tolak ukur kegagalan bukan tidak sengaja gue buat dalam persona gue sebagai mahasiswa dahulu.
Gue yang sudah terlalu muak dengan atmosfir perkuliahan dikala itu, bagaimana tidak muak?!. Sikut-sikutan kerap terjadi disana, sangat tidak sehat.
Semua seakan berlomba menjilat para-dosen untuk mendapat nilai terbaik.
Nilai itu hanya sebuah angka, bukan berarti akan membantu elo dimasa yg akan datang.
It was just score, it can't lift up ur life unleash urself fight for it.

Silahkan untuk tidak setuju, karena ini hanya sebuah uraian keresahan dari seorang yang sedang sangat mengantuk.

Sekian, chilll!

Sunday, May 02, 2021

From The Archive #191 - Menjadi Seorang Guru


 Permisi, mau ngasih kalimat pembuka nih.

"Gue percaya, kalo tuhan udah kasih sesuatu ke kita itu berarti kita bisa untuk menjaganya, bisa untuk memperjuangkannya. Jangan malah jadi jiper hihi"


Dari sd sampe lulus smk gapernah terpintas sedikitpun kalo gue bakal jadi guru,

ngebayanginnya aja kayaknya berat banget.

Walaupun, sewaktu diujung masa pendidikan SMK gue pernah dipanggil salah satu guru gue dan beliau berpesan.

"Dika, lanjutkanlah pendidikanmu, kejar semua beasiswa yang ada. Ketika sudah lulus, kembali lagi ke sekolah ini."

Pada waktu itu gue engga terlalu mengiyakan pesan guru gue, karena mungkin masih dirandung rasa kecewa ya.


Kenapa kecewa dik?

jadi waktu itu gue mengikuti suatu kompetisi tingkat provinsi.

Gue finish di urutan dua, kemudian saat pembagian piala diumumkanlah bahwa beberapa mata lomba akan dilombakan ulang karena antara juara 1 dan 2 nilainya beda tipis.

Disinilah gue mulai bangkit untuk terus berlatih dan mempersiapkannya.

Namun, setelah gue mantab dan selesai mempersiapkan terdengar kabar kalau lomba ulang dibatalkan.

Sumpah nyesek banget, mulai dari situ gue ga percaya sama orang dewasa bisa menyelesaikan masalah.

Kalau dengan cara mereka malah bikin banyak anak muda patah hati.


Curhatlah gue dengan salah seorang guru yang juga alumni SMK gue ini.

Beliau bilang, kalau kamu mau coba perbaiki sistem lanjut lah kuliah di STP dik.

Bapak yakin, karena kampus itu memiliki ikatan birokrasi yang kuat.

Insya Allah akan ada jalannya.

Tapi pak, saya sudah capek, sudah kecewa. Saya mau lanjut kuliah jurusan multimedia atau sejenisnya saja.


Kemudian beliau memberikan lagi wejangan,

"Sekarang kamu sudah punya bekal di multimedia.

Kalau kamu kuliah lagi di multimedia apa yang membuat kamu istimewa dari sekian banyak temanmu nanti?

Kalau kamu lanjut kuliah perikanan, tentu kamu akan jadi sosok yang spesial,

karena ga semua orang bisa dan mampu menguasai bidang multimedia secara otodidak seperti kamu." (Pak Adehari, 2013)


And then, things happen for a reason!


Setelah melalui banyak proses,

banyak keringat yang tumpah,

jatuh dan bangun.

Gue jadi guru sekarang :),

walaupun masih honor.

Insya Allah gue menjalaninya dengan sepenuh hati.


Jangan pernah takut untuk bermimpi, nyatanya walaupun gue takut memimpikan ini, kalau sudah garisnya pasti akan datang ke juga :).


Saturday, May 01, 2021

FUnnY

Suatu hari gue memutuskan untuk mengakhiri sebuah hubungan.

Dan hari ini gue menyesalinya, funny bukan?


Dalam suatu hubungan yang sudah begitu pekat

gue berfikir bagaimana kalau sudahi saja

awalnya memang dia yang bertanya, "apakah hubungan ini pantas untuk dilanjutkan?".

dimana kita lebih sering saling menyakiti dibanding membahagiakan?

ketika gue jawab iya, dia malah marah, kesal, bahkan menangis.


gue bingung, juga dalam tekanan keluarga

disini memang gue yang kurang laki

harusnya bisa mempertahankan

tapi gue pilih yang paling mudah, melepaskan

walaupun nyatanya sulit benar-benar sulit.


Persoalan ekonomi emang selalu jadi hal yang terus di-bolding

uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang.


baru aja lulus kuliah dan belum mendapat pekerjaan yang jelas.

idealisme kanan-kiri yang buat gue makin pucat memikirkannya.

sebenarnya sudah ada beberapa perusahaan yang mampu gue menangi.

tapi sayang, bokap bilang gausah diambil.

masih lebih besar gaji pasukan oren.


yasudah, lontang-lantung cari perusahaan yang gajinya bisa lebih besar dari pasukan oren

sulit men...


akhirnya gue lanjut kuliah lagi dua kali 6 bulan,

jadi guru honor delapan bulan,

lanjut tenaga kontrak kementerian sepuluh bulan,

dan akhirnya sampai di titik gue lulus cpns.


Perjalanan yang tidak mudah,

semakin terbentuk diri gue,

hingga akhirnya.

percaya diri~


Percaya diri gue sudah pulih sekarang

tapi apakah kesempatan kesekian itu akan datang?

penyesalan kenapa sih selalu ada di belakang?

kalau saja antisipasi gue lebih cepat, mungkin kita sudah menang!

pemenang...


sudah terlambat untuk berharap kembali.

siapa juga yang mau menerima orang bodoh untuk kedua kali?.

monyet pun tidak mau haha, yakali.


you know the worst things of this all?

you are the best i have so far...

Friday, April 30, 2021

Suara elo jelek dik!


Nyokap bokap sedari dulu selalu mengajari gue untuk bisa tampil didepan khalayak.

Mulai dari yang paling sederhana mengambil challenge saat temen elu ultah.

Lomba karaoke komplek dalam perayaan 17 agustus.

Hingga Lomba adzan di komplek.


Bukan cuma dalam dunia tarik suara, nyokap bokap juga mendukung gue dalam hal apapun.

Saat gue ngelenong sewaktu duduk dibangku kelas 5 SD.

Ikut Marching band di SD.

hingga olahraga beladiri taekwondo.


See!

Mari kembali ke laptop.


Dewasa ini, gue sering banget nyanyi.

bisa dibilang hobi.

dan beberapa instrumen musik juga gue bisa.

gitar, keyboard dan drum.


Namun engga banyak temen gue yang bilang.

dik better elu diem deh wkwk.

atau anjir suara elu bagus! yak lebih bagus kalo diem.

sikap gue dalam menghadapi semua itu, idgaf man!.


Karena kalau ditarik mundur dari benang yang dulu gue pernah sempat berprestasi di dunia tarik suara.

Contohnya gue pernah menang lomba karaoke waktu gue umur 4 tahun.

juga gue pernah menang lomba adzan sekomplek waktu kelas 8 smp.

terlepas dari mungkin gue menang karena orang dalem atau lainnya.

seenggaknya gue punya bit yang selalu bikin percaya diri gue kuat.


Lomba Karaoke

Gue inget banget dulu gue nyanyi lagu dewa 19, larasati.

dan penonton waktu itu sing along saat gue tampil.

penguasaan panggung gue oke.

dan yak gue menyabet juara 3 pada saat itu.

ditahun berikutnya gue mencoba peruntungan yang sama.

namun nyokap menyarankan kalo gue untuk bawain lagu anak2.

gue nyanyi ayam hitam, tapi sayang disaat gue tampil gue sempet lupa lirik dan tiba-tiba blank

disaat itu juga gue melepas mic dan menyerahkan ke panitia.


Lomba Adzan

lomba ini gue ikuti tepatnya di tempat gue belajar baca kitab.

gue udah pesimis terhadap hasil akhir, karena temen-temen sebaya waktu itu cara baca kitab dan pelafalannya jauh diatas kertas dibanding gue.

but, show must go on.

dan yak, gue juara 1 pada saat itu.


Saat ini gue berprofesi sebagai guru

dengan karakter vocal gue yang berat dan sedikit serak.

ketika mengajar suara gue begitu menggelegar di dalam kelas.

namun, pernah satu kesempatan gue nyanyi dengan sambil bermain gitar.

ternyata respon dari banyak yg mendengar "suara gue khas, dan lembut".

katanya sih, beda banget saat gue lagi ngajar.


anyway

memang, konsistensi gue dalam ambil nada kadang suka labil.

dengan karaktek vocal yang bass malah sering maksa ambil nada tinggi.

mungkin karena banyak lagu yg gue denger dengan aliran musik keras.

fyi, gue jg pernah isi vocal untuk salah satu band metal punya temen gue.


memang sih, gue hobi banget musik, menyanyi.

walaupun kemampuan gue dalam bersuara tidak semampu jari-jari gue dalam memainkan musik.

tapi... yang harus selalu kita ingat adalah....

show must go on!

do what you love,

and love what you do.


Chill!

Wednesday, April 28, 2021

Prime Time untuk Menikah

Berdasarkan kajian biologis, pada usia 21 Tahun untuk wanita, dan 25 tahun untuk pria. organ reproduksinya memasuki fase ideal untuk mulai berkembang biak.

Kajian tersebut juga sejalan dengan kondisi emosional manusia dewasa, sudah cukup untuk bisa memulai kehidupan pernikahan.


Walaupun demikian, nyatanya banyak faktor x yang terkadang belum bisa mengamini dua kajian diatas.


Kita semua menyadari bahwa sosok manusia terbentuk berdasarkan lingkungan dan apa yg telah mereka jalani. Titik mulainya pun tentu berbeda, apalagi kalau bahas ekonomi, engga ada habisnya.


Dewasa ini, gue yang memang belum berani untuk berkomitmen serius dalam suatu hubungan juga memang masih memantapkan mental untuk dunia pernihakan nanti. Pandangan sotoy gw, yang juga mengaku berfikiran terbuka (open minded) pernikahan bukan sesuatu yg gue jadikan tujuan utama hidup, harus terjalani dalam waktu cepat. Maksudnya, gue tidak memasang target harus di umur sekian atau tahun berapa. Cuma yang pasti, memiliki keturunan selalu menjadi hal yang gue impikan.


Belum lama ini, gue sedang menghampiri rumah makan di bilangan jakarta selatan, kemudian gue bertemu dengan seseorang. Kemudian kami berbincang ringan dan menghabisi malam itu berdua. Walaupun kami tidak saling kenal secara pribadi, kampretnya gue kayaknya baper deh.

Yap, tidak kenal secara pribadi karena kami saling menggunakan nama alter pada saat itu. (salah satu rules yang selalu gue gunakan saat berkenalan dengan orang baru).


Dan sialnya, kami pun tidak bertukar kontak.


Ini bukan kali pertama buat gue, dan biasanya im doing fine. Gada baper sama sekali, tapi bertukar kontak. Nah si kampret ini, giliran ga tukeran kontak malah baper. Someone says to me, shit happen into you..


Kembali lagi ke persoalan pernikahan, dari filosofi sotoy gw ada 3 hal yang harus terpenuhi untuk terjadinya pernikahan. Pasangan, Ekonomi dan Mental. Urutannya bisa dibolak-balik, intinya ketiga hal itu ada.


Sekarang, ada hal yg membuat gue malas untuk pulang ke rumah nenek. Entah siapapun disana akan selalu bertanya kapan rencana untuk menikah. Kadang gue jawab dalam hati (gw belum cukup bandel untuk akhirnya memutuskan masuk ke dunia pernikahan). Gue ga maksa pembaca untuk setuju hal ini, karena ini pandangan gue.


Ya daripada gue belum puas bandel, malah berlanjut bandel setelah menikah. walaupun ada juga yg bilang, yaampun belum nikah aja udh begitu apalagi nanti pas saat menikah.


Metode lama ini gue rasa udh ga relevan deh, karena bandel yang seperti apa? You want to be player or cheater? gue lbh prefer player sih, karena memang blm meletakan komitmen pada satu hati ya gue merasa nyaman bisa kesana-sini. Beda hal ketika sudah berkomitmen kemudian bermain sana-sini. Dude! once u cheat arround you'll be cheat arround again and again.


Kurang asik nongkrong, atau bahkan udah sama sekali gabisa. Ini juga termasuk keresahan gue. Punya temen yg udah nikah jadi susah untuk ketemu, ya sebelum nikah emang udah ga asik sih orangnya. Tapi, bayangin deh. Disisi elo yg nongkrong abis orangnya, terus pas dapet bgt moment yg bikin elo jadi gabisa nongs. wah kacau sih. Ya walaupunn nih ya, ada juga yg tetep bisa nongkrong karena istri lo ngebolehin asal tetep tau prioritas. gokil ini ment, rispek buat istri2 yang begini. Hope my future wife like this.


Sedangkan udah mah ga boleh nongkrong, istri lu ada aja kegiatan diluar rumah. Arisan lah, reuni lah, ngumpul sama anak geng nya jaman sekolah atau kuliah. Men, i told u. Shit happens into you.


Nikah bukan buat balapan, karena kehidupan setelah menikah akan sangat panjang. Kalo elu gakuat? akan tergantikan. Sesimpel itu, makanya gue bener2 menyiapkan apa yg dibutuhkan untuk menghadapi fase kehidupan menikah ini. Seperti salah satu quote populer 'life isnt sprint, it's marathon'.


Tapi tapi tapi, dibalik itu semua. Gue rispek sama yang sudah berani menikah di usia prime. Apalagi under itu, katakanlah u-25 lah ya. Dan berhasil.


Selamat!

Wednesday, April 14, 2021

Tidak Perlu Jadi PNS untuk Korupsi

Bekerja sebagai PNS memang sudah menjadi momok bagi kalangan lama di Negeri ini. 
Sangat disayangkan memang, tapi apadaya.
Menjadi PNS pun rupanya sesuatu yang di idamkan oleh orang tua perempuan yang sedang mempersiapkan pernikahan anaknya. 
Jika ada pria yang melamar anaknya dan bersatus sebagai ASN mungkin jawaban kebersediannya akan diteriakkan secara lantang hingga mengalahi Pemimpin upacara di Istana.

Tulisan diatas hanyalah dongeng, jangan diambil hati.

Balik lagi ke persolan pekerjaaan. 
Toh sekarangpun banyak pekerjaan yang mungkin penghasilannya melebihi seorang ASN.
Pengusaha misalnya ?
Atau Pengusaha yang merangkap sebagai Pejabat / Wakil Rakyat ? 

Beberapa bumbu ini membawa gue, mengingat apa yang pernah terjadi semasa bangku SMK.
Di waktu itu gue sedang berdiskusi mau lanjut kuliah dimana, karena juga kebetulan pekan Ujian Nasional baru saja selesai.
Gue menekankan bahwa lebih memilih masuk ke IPB dibanding STP (2 pilihan yang sesuai dengan jurusan SMK gue, Perikanan).
Kenapa IPB? satu alasan karena gue gamau Jadi PNS. Yang gue pahami waktu itu adalah STP merupakan Perguruan Tinggi Kedinasan, dimana lulusannya "mungkin" akan langsung ditempatkan di Instansi-instansi terkait dan menjadi PNS.

Kenapa gue gamau jadi PNS? 
Sedangkan kedua orang tua gue sangat antusias mendengar anaknya berpeluang jadi PNS jika melanjutkan kuliah di STP. 
Gue takut untuk melakukan Korupsi. 
Ya, Takut. 
Sebab itu gue lebih memilih IPB.  
Setelah gue Kulik lagi, ternyata sekarang Kedinasan hanyalah status perguruan tinggi nya saja. Sudah tidak lagi Ikatan Dinas.  
Re : STP Sekolah Tinggi Perikanan Akhirnya STP kembali masuk dalam pilihan prioritas, dan nilai lebih dari STP adalah biaya pendidikan yang sangat terjangkau. 

Setelah melalui 4 tahun Kuliah + 1 Tahun Wirausaha + 1 Tahun Kuliah Profesi Guru + 1,5 Tahun Pengalaman Kerja di Sekolah dan Kementerian. 

Apa yang terjadi? Gue jadi PNS!

Hal yang paling pertama gue hindari semasa bangku SMK dulu malah kesampean ke gue. Apakah ini karma? 

Well, Sejalan dengan waktu yang telah berlalu (7,5 Tahun) sejak itu. Pemikiran gue pun terus berputar dan berubah. Mungkin juga sudah berkembang menuju pra-dewasa. Gue sekarang sadar, tidak harus menjadi PNS untuk Korupsi!

Pejabat diatas sana yang banyak tertangkap sebab kasus korupsi apakah beliau-beliau PNS? Banyaknya bukan!

Semua pekerjaan dalam profesi apapun bisa korupsi...

Waktu, Uang, Janji, dan lainnya. 

Hebatnya, setelah gue yakin akan hal itu. Malah gue dikasih jalan dan Jadi PNS! 

Sebuah hal yang justru gue hindari sejak Pendidikan Menengah Atas. 

Ya, gue percaya semua yang telah terjadi mempunyai alasannya masing-masing. Sebab itu jangan lupa untuk selalu bahagia dan berikan seterbaik yang elo punya. 

Chill!

Monday, April 05, 2021

Insomnia Katanya

Insomnia bukan hal baru di kalangan masyarakat.

Bahkan, tren insomnia pernah begitu melejiit pada masa kawula muda sekitar tahun 2009-2011.

Kerap kali menemukan cuit juga update di RU BBM pada kala itu, membuat diri gue gusar.

Yakali gabisa tidur malem, elunya aja yang gabisa atur waktu.


Hingga akhirnya terjadi pada diri gue...


Suatu malam, gue lagi kepengen aja minum kopi.

ya, walaupun sachetan haha.

Pas ke warung, ternyata ada produk kopi sachet baru, dan harganya miring.

Gue takis dong dua bungkus.

Awalnya kayaknya satu cukup nih, tapi ternyata gelas yang gue ambil lumayan besar.

sampe akhirnya mentrigger untuk nyeduh kedua bungkus itu bersamaan.


Gue minum kopi ini sambil ngegame.

Gue lihat jam sudah menunjukan pukul 11, gue beranjak untuk istirahat.

Tapi ternyata, shit happens to me....

Gue gabisa tidur dong!

Maksa meremin mata saampe jam 2 tak kunjung larut gue kedalam mimpi.


Akhirnya yang gue lakukan adalah ngulik soal-soal UN Matematika.

Selesai 2 paket soal berjumlah 40x2, sampe dengan matahari terbit.

Gilak!

Padahal paginya gue ada kelas pendalaman materi.

dan yak, pas kelas gue bego.

Ga fokus sama paparan guru gue, juga gemeteran.


Setelah hari itu, siklus tidur gue berantakan.

Sejenak gue berfikir, ternyata ini yang orang2 sering update insomnia?

Entah mau bangga atau sebaliknya, gue ada di vibes yang awalnya gue bacotin.

Emang yak, karma akan jatuh tepat pada waktunya.


To be continue....

Monday, March 23, 2020

Kalimat TAI

Pernah denger kalimat ini diucapkan ga?

"Semangat yaa, gue tau elo udh berusaha keras. Selalu ada hikmah kok, semangat!"
"Jangan bersedih, seenggaknya kita tau kalo elu udah berusaha"
"Semangat! Harus lebih berjuang lagi pokoknya!"

Gue sering banget denger kalimat-kalimat tai itu, banyak bentuknya. tapi intinya sama aja, tai.

Semakin kesini gue semakin percaya kalau usaha ga sebanding lurus sama apa yang kita dapat. Kalo elu lagi mujur bisa dapet lebih, kalo lagi biasa aja ya bisa jadi ga dapet apa-apa. Terus untuk yang engga melakukan apapun apakah berhak dan layak untuk dapet sebuah hasil dari pencapaian? Ehem, bukan manusia yang menentukan siapa berhak dapat apa, ingat ada Tuhan.

We're not deserve to decide anyone who deserve good or bad things.

Ini baru terjadi di gue, someday gue pernah mempersiapkan sesuatu mati-matian tapi pas hari H ternyata jadwal kegiatannya dirubah, dimajuin tanpa pemberitahuan yang jelas. Failed....

Balik lagi gue nyiapin mati-matian, berhasil tes. Tapi gue masih gagal juga.

Sampai akhirnya gue mempersiapkan selayaknya manusia normal, im not put my ambitions. Belajar sambil rebahan, lebih banyak main game daripada asah kemampuan. Tapi hasilnya malah diluar dugaan.

Sekarang gue lebih percaya kalau rezeki emang gabakal pernah ketuker. If it was yours then it will be yours.

Soalnya pernah juga gue denger kalimat tai yang bentuknya gini, "udeh tenang aja, berusaha lagi, percaya deh rezeki gabakal pernah ketuker"

TAI...

Monday, March 16, 2020

Angee, The Dream Grrrl!



Foto ini diambil pada saat event "reading book fest" di tujuhari coffee 14 Maret 2020. Angee, adalah vocalis dari band indie asal Jogja bernama grrrl gang. Kemarin dari hari ini, Grrrl Gang baru saja menggelar show yang juga termasuk comeback show setelah beberapa bulan vacum. Di acara show itu gue pun dateng, sebenernya sempet ada kesempatan gue minta foto dengan mereka tapi entah kenapa gue malu.
Tapi akhirnya, di hari ini setelah event reading book nya selesai gue bisa foto sama angee!. Terima kasih ulan yang udah bantuin ngomong ke angee buat foto sama gue :)..

Ada kisah menarik dibalik harga mati gue harus foto sama angee. Di show nya mereka yang bertempat di M Bloc space, yang lebih spesifiknya lagi di _Oeang Bar. Mereka membawakan lagu yang berjudul "Dream Grrrl".

Di malamnya gue tidur ternyata gue kemimpian angee, dan dipagi hari gue bangun gue bertekat. Gue harus ketemu angee, foto bareng dengan dia adalah harga mati! Apa karena lagu dream grrrl semalem ya, haha.

Gue sendiri tau band ini dari youtube. Di lagu bathroom / thrills, sekilas gue denger asik juga nih lagu. Awalnya malah gue kira lagu ini yg bawain dua cewe yang ada di MV nya. Ternyata engga, ini bentuknya band. Ada angee di vocalis dan rythm gitar, ada edo di lead guitar dan akbar di bass guitar. Band indie asal jogja ini beraliran power pop.

Kalo ada orang bilang "fallin love in first laid" adalah hal yang tabu, buat gue pada girrrl gang adalah hal yang nyata.

Balik lagi ke acara hari ini, acara terjadwal pukul 16.00 tapi agak keundur sekitar 40 menit. By the way, acara ini merupakan culture baru buat gue. Seru banget sih ada set up list yang setiap orang nya udah nyiapin bacaan untuk dibaca di depan. Ada yang bacaain berita, tulisan sendiri yang udah bertahun-tahun lamanya, puisi dari pacar, surat cinta, sampai horoskop yg ada di majalah hihi.  Tapi yg jelas mungkin agak susah untuk membangun circle yang seperti ini. Walaupun lebih susah juga untuk bergabung di circle yang sudah ada haha. Jujur deh, banyak banget person-person yang sebelumnya cuma bisa gue liat di social media bertebaran di acara hari ini huaaaaa. Awalnya gue agak sedikit minder karena gue fikir whaa ini acara emang cuma circlenya mereka aja, gue mah apa atuh huhu. Beruntung gue dateng bareng temen gue jadi gue ga merasa sendirian, ulaaan!. Tengkyu banget lhoo udh mau dateng dari bekasi smpe ke selatan ini cuma buat nemenin gue hihi.

Di moment gue minta foto sama angee, sumpah gue grogi banget. Padahal ngomong pake bahasa indonesia aja ga masalah, tapi entah knp gue jadi ngmng bahasa inggris haha. Angee ramah banget orangnya, tapi dia juga jadi kikuk karena gue ngomongnya juga kikuk kali yaa. Sekian tulisan ini gue buat, mungkin bakal ada tambahan lagi setelah beberapa hari. Cukup segini dulu karena gue nya jg masih speechless haha.

Sunday, March 15, 2020

Lebih Baik

Lebih Baik…

Manusia tentu akan memilih sesuatu yang lebih baik, dari sebelumnya, dari yang sudah ada..
Berdasarkan apa? Finansial sudah pasti, sosial bisa jadi.
Tapi apa yang menurutnya lebih baik pada masa ini belum tentu benar adanya sampai sesuatu terjadi.
Sampai melewati beberapa moment yang ia lalui, dan akhirnya memberikan jawaban atas pilihan yang ia anggap lebih baik.

Biasanya finansial yang memicu manusia untuk memilih yang lebih baik, benar kan?
Tuntutan hidup dan sosial yang kian hari semakin tinggi memaksa banyak personal membohongi dirinya sendiri untuk melakukan apa yang sebenarnya tidak disukai hanya untuk uang.
Termasuk diri gue sendiri.

Temen gue pernah bilang, bahwa uang bukan segalanya ketika elu sudah memiliki banyak dari mereka.
Kasih sayang, perhatian akan jauh lebih berharga.
Sementara itu, hanya dengan kasih sayang dan perhatian tidak cukup untuk tetap bertahan hidup.

Menjadi bahagia adalah sebuah masalah menurut gue.
Ada satu sisi dimana gue telah nyaman melakukan sesuatu, im happy to do all the things. Tiba-tiba terputar lagu dari fourtwnty yang berjudul zona nyaman. Fuck!
Apakah gue egois untuk bahagia sendiri? sementara belum ada kontribusi nyata dari gue untuk lingkungan yang sudah membesarkan gue sejak kecil.
Ada yang bilang tidak usah dipikirkan karena bukan tanggung jawab gue, tapi gue gabisa seacuh itu dan bertahan pada idealis gue.

Berangkat dari trigger lagu zona nyaman, gue berfikir haruskan gue keluar dari zona ini.
Gue juga pernah dengar sabda dari temen gue yang berisikan
"Ketika elu udeh nentuin pilihan akan datang pilihan-pilihan lain, ketika elu belum memilih ya memang sedang tidak ada" Logic.
Sampai akhirnya gue berpura-pura sudah memilih sesuatu berharap pilihan-pilihan lain yang mudah-mudahan lebih baik datang.
Terjadi, belum bulat keputusan gue untuk keluar dari fase itu. Akhirnya bercerita gue kepada beberapa orang yang gue percaya.

Dengan garis-garis yang sudah tergambar akhirnya terbentuk sebuah pola yang mengartikan bahwa gue harus keluar dari zona ini. Hampir semua tanggapan berisi bahwa seharusnya realistis aja mengadapi hidup. Namun gue tetap ingin menjamin poin dari sisi finansial dan sosial terpenuhi. 

Tulisannya masih ada, tapi gue post dulu segini. Biar ada alesan untuk selalu balik kemari, terima kasih telah sempat berkujung. stay safe, stay healthy!

Saturday, November 23, 2019

Spoiler tentang citra seseorang

Memasuki lingkungan baru ada satu hal yang sangat dasar yang dilakukan, adalah adaptasi. Pola dan durasi adaptasi setiap orang jelas berbeda, tapi ada satu hal yang pasti menjadi bagian dari fase ini. Yaitu menebak-nebak sikap seseorang, betul kan?

"Duh bapak ini gimana ya, ibu ini suka nyinyir gak ya, hemm mas ini bisa dipinjem duitnya gak ya, atau jangan-jangan abang itu suka banget minjem duit" Banyak sekali praduga-praduga liar yang tersintas.

Makanya terkadang kita butuh clue atau bahkan spoiler bagaimana gambaran tiap-tiap sosok yang ada di lingkungan itu, apalagi yang bakal sering berinteraksi dengan kita nantinya. Paling engga kita bisa tahu bagaimana cara bersikap kepada tiap-tiap orang yang ada di lingkungan baru itu.

Sosok temen dekat perlu banget dalam fase ini. Bagus banget kalau emang udah kenal lama. Misalnya; temen kuliah, atau temen di kantor sebelumnya, atau temen lain yang udah kenal sebelum di lingkungan ini. Kalaupun belum ada, berarti harus ada strategi khusus untuk bisa dapet guide di lingkungan baru ini.

Seiring berjalannya waktu, tanpa disadari guide akan datang dengan sendirinya. Percaya atau tidak? Kalau gue percaya.

Someday temen gue dateng dan bercerita tentang citra seseorang, yang kebetulan seseorang itu adalah atasan gue langsung. Berdasarkan spoiler yang gue tangkep, aduh... kacau banget ternyata hasilnya. Walaupun dia udah mendisclaimer jangan terlalu tenggelam atas spoilernya, tapi ya gabisa lah. Sampai akhirya gue menjaga jarak, dan jauh lebih waspada terhadap atasan gue. Okelah ada nilai positifnya gue jadi mawas diri, tapi gue seperti sudah tertanam untuk unrespect terhadap atasan gue ini. Yang gue takutkan ada sikap2 yang tertiba keluar dari diri gue yang menunjukan ketidaksukaan gue terhadap atasan gue.

Terlepas dari benar atau tidaknya spoiler temen gue ini, gue masih berusaha untuk mencoba biasa saja. Lambat laun ternyata apa yang dispoiler temen gue match! bangsat emang yaa haha. Gue jadi berasa main GTA pake cheat atau main harvest moon yang udah ngerender beberapa capaiannya lewat game shark!.

Terlewat sudah satu fase dimana gue harus mempelajarai bagaimana masing-masing person di lingkungan itu, terutama atasan ya, karena garis komandoo nya lurus. Kalo kita ga pinter-pinter menghadapi situasi bakal bisa oleng ditengah perlayaran. Balik lagi ke persoalan citra atasan gue.

Jalan dua bulan, makin banyak orang yang datang untuk memberi wejangan gue agar gue bisa lebih hati-hati. Gambaran hampir sama dengan apa yang temen gue udah spoilerin. Itu artinya ini atasan gue emang parah banget gak sih? Sampe-sampe banyak banget yang nge warning gue?

Yang awalnya gue cuma mengira kalo temen gue ini emang ga cocok sama atasan gue, atau bahkan gue mengira biar gue ga deket sama atasan gue jadi dia gaada saingannya. Atau mungkin temen gue pernah sakit hati dengan atasan gue ini makanya bercerita sedemikian rupa. Tapi akhirnya apa yang doi ceritain ya memang itu adanya.

Sekarang kembali lagi ke diri kita masing-masing, mungkin kalo temen gue engga spoiler bahwa ternyata atasan gue orangnya super kusut. Mungkin gue akan terjebak dalam permainannya, gue berterima kasih banget sama temen gue ini atas spoilernya. Walaupun sedikit mengurangi seni dalam beradaptasi di lingkungan baru. Tapi apapun yang terjadi gue ga bakal melakukan hal yang sama kepada orang-orang baru yang nantinya mungkin akan menggantikan posisi gue. Karena gue gamau meracuni sebuah ekosistem, dengan harapan kedepannya atasan gue ini bisa lebih membaik.

Ada sisi yang sangat tegas dalam kisah ini, berusaha sebaik mungkin dalam bekerja akan meninggalkan jejak baik di akhir cerita. Berlaku sebaliknya. Kalau kita sudah baik, tanpa orang bercerita semua akan tau kalau kita baik. Kalo kita udah kusut dari awal, sebaik-baik kita menutupi akan banyak jalan untuk menunjukkan kekusutan itu. Sekian...

Wednesday, September 18, 2019

Guru Biasa atau Luar Biasa



Sewaktu masih duduk di bangku SMK, dalam sebuah apel pagi. Kepala sekolah gue berkata.
Janganlah menjadi siswa yang biasa saja, siswa yang hanya datang sebelum bel dan pulang tepat setelah bel berbunyi.
Siswa yang hanya datang ke sekolah hanya untuk belajar, semua orang lakukan itu, lalu apa yang buat kamu berbeda?.
Kalau kamu tidak berprestasi di kelas, lantas tetap seperti itu, apa yang buat kamu istimewa.
Bentuk karaktermu dan jiwa sosialmu dalam kegiatan organisasi, manfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif!

Berulang kali kepala sekolah gue memberi wejangan seperti tadi, hampir di setiap kesempatan.
Dikala itu gue memang tidak berada di lingkaran siswa yang biasa, karena notabene gue adalah sosok yang hyperaktif.
Beruntungnya gue langsung menyalurkan keluar biasaan itu untuk aktif di berbagai organisasi dan kegiatan ekstra kurikuler di sekolah.
Walau sebenarnya ada hal-hal yang pengen gue tunjukkan kepada seseorang yang membuat gue patah hati.

Oke lanjut.

Kemudian saat di kelas gue sering berfikir, dan mungkin agak sebal.
Kenapa ya ada aja lho guru yang ga masuk dalam satu hari KBM?
tentunya itu saat frekuensi otak sedang baik, kalau tidak yaaa kegirangan lalu dipakai untuk bermain atau tidur di kelas.
eh gapernah deng waktu smk gue tidur, gangguin temen yang tidur malah sering haha.

yuk balik lagi ke laptop.

Iyasih kenapa? padahal kan sudah di gaji, tapi kenapa masih mangkir ngajar.
Kita bayaran lho pak! (walaupun gue ga ikut bayaran :p)
Kita berhak mendapat pengalaman belajar dari bapak!

Beberapa tahun setelah itu akhirnya gue jadi guru, dan akhirnya gue punya jawaban berdasarkan versi gue sendiri.
Namun gue fikir jawaban berdasarkan versi gue ini termasuk umum, dan mudah2an valid.

1. Guru Sangat Ingin Melayani Siswa Sepenuh Hati, Tapi!

Ya, gue sangat ingin melayani siswa-siswa gue dengan sepenuh hati.
Mempersiapkan bahan ajar yang sangat baik.
Memberikan fasilitas belajar yang prima.
Selalu hadir dalam jadwal KBM yang ditentukan.
Pokoknya gitu deh, cuman kan ~~

a. Tugas Tambahan
Ini yang terkadang menjadi alasan kenapa guru tidak masuk ke kelas. ada beberapa faktor yang menyebabkan guru mendapat tugas tambahan.
yang pertama, karena hanya guru terkait yang kompeten untuk diberikan tugas.
Atau (biasanya nih ya, setelah menyelesaikan tugas tambahan ada fee nya gitu) jadi yang mendapat tugas tambahan memang guru yang sedang membutuhkan biaya hidup tambahan.
kayak gue sekarang, lel.

b. Kegiatan lain diluar sekolah.
Yang gue maksud kegiatan lain tuh, misalnya usaha sampingan selain menjadi guru.
Terkadang kalau udah janji sama suatu hal, ya memang harus ditepati.
dan terkadang itu mengganggu jadwal KBM yang seharusnya ditepati.
Gue pernah beberapa kali ninggalin kelas, dan memberikan tugas. karena....
karena gue mau ngirim berkas ke kantor pos, these!

c. Sakit, Keluarga Sakit.
Semua orang bisa sakit, dan sewaktu jadi siswa pun pasti pernah sakit kan.
walaupun cuma anget-anget badan, tapi rasanya tubuh ini perlu istirahat komandan :p

d. Melengkapi Berkas-berkas Keperluan Kenegaraan.
Indonesia merupakan negara yang sarat akan pemberkasan dan dokumentasi.
dalam satu kali tatap muka saja berkas yang harus disiapkan jumlahnya bejibun.
Padahal nih yah, biasanya berkas-berkas yang disapkan selalu sempurna, tidak sesempurna pelaksanaan KBM nya.
CMIIW.

e. Jenuh
Dalam beberapa kondisi,dan apalagi sifat seseorang yang berbeda2, dan juga kondisi yang dialami pun berbeda.
Akan tiba saatnya si jenuh bin Bosan datang, yang membuat agak kurang semangat masuk ke kelas.
Jadi hanya meninggalkan tugas, biasanya tugasnya mencatat :p.
Gue pernah kayak gini, tapi siswa gue setelin film. Ya filmnya emang yang memiliki nilai-nilai moral ya.


Rasanya seperti tidak adil ketika siswa alfa kemudian diproses oleh pihak berwenang, sedangkan guru ada juga alasan agar tidak mengajar.
Rasanya seperti benci pada diri sendiri, dulu ketika menjadi siswa protes kalo guru ga masuk, sekarang malah sering ga masuk.
Tapi ya itu, semua guru tentunya sangat ingin untuk bisa melayani siswanya dengan maksimal. Tapi ada beberapa hal yang membentur niat itu,
salah lima nya yang gue tulis diatas. mungkin masih banyak lagi, tapi kelima alasan diatas semua pernah gue alami :p haha.

Saat ini gue udh genap dua bulan menjadi tenaga pendidik, baru dua bulan geh.
Ya mudah-mudahan tulisan ini adalah self reminder lah yaa minimal.
Kalau bisa menjadi bermanfaat bagi yang lain Alhamdulillah.

Oh ya btw gue udh 3 kali jadi host di KKSI Pembibitan ikan lhoo hihi.
ini videonya, ditonton yaa :D



Sekian dan Terima Kasih
#HappyBlogging
#TeacherBlogger











Tuesday, September 03, 2019

Hujan

Mendengar rintikmu ku bahagia.
Sambil menikmati alunan lelagu ini.
Sesekali ku menengok meria
Awan-awan itu berkumpul sekaan sedang reuni.

Hujan?
Dirimu tak ada habisnya.
Aku merengkul pada bantal2 di diatas kasur.
Beserta baju2 kering yang masih berserakan diatasnya.

Belum ada hasrat untuk membenahi yang seharusnya.
Aku masih tenggelam dengan perasaanku yang kelam.

Hujan?
Kenapa bisa kamu turun?
Padahal aku tidak pernah melihat air naik.
Siapa yang memintamu hadir?

Kemarin..
Disepanjang musim kering engkau acuh hadir
Disaat ku sedang ingin menikmati cerah!
Kau datang bergerombol seakan sedang mencari makan

Makan apa yang bukan hak mu
ja

Sunday, April 07, 2019

Unconcistency

Setiap hari elo harus punya target, supaya hari lu jelas.
Supaya ada evaluasi sebelum fajar terbit di esok harinya.
Supaya hari esok lebih baik dari hari kemarin.

Rupanya semua itu tidak mudah, butuh konsistensi dalam menjalani hari.
Gue pribadi termasuk orang yang mudah goyah, mudah terpengaruh.
Sehingga banyak target yang meleset, bahkan lebih parahnya terpending hingga ratusan hari.
Sampai akhirnya terlupa pernah mau berniat baik.

Sunday, January 20, 2019

Pembekalan PPL



Akhirnya sampai juga di check point ini. 
Walaupun harus rela bin ikhlas untuk melepas masa liburan.
Sepertinya liburan 2 minggu masih kurang buat gue.
Maklum gue kan manusia, dan sifat dasar manusia adalah "tidak pernah puas".
Mari lanjut ke topik inti.

Hari ini tepat saatnya gue dan teman-teman (Mahasiswa PPG Universitas Lampung) untuk menerima pembekalan sebelum terjun ke PPL.

Apasih PPL?

PPL itu singkatan dari Praktik Pengalaman Lapangan (mudah2an benar haha).
Kami akan ditugaskan untuk PPL selama satu semester, yang artinya ilmu selama satu semester sebelumnya akan diterapkan selama PPL ini.. huh im ready sir!

Alhamdulillah gue dapet PPL di SMK N 2 Metro, Lampung.
Sekolah itu memang yang gue mau dan selalu gue minta setiap berdoa kepada Tuhan gue. 
Kenapa gue mau banget ditempatkan di sekolah tersebut? karena sekolah tersebut termasuk salah satu sekolah menengah kejuruan pertanian tertua di Indonesia, whaaaa.

Selain itu, di sekolah ini juga ada Jurusan Budidaya Perikanannya. Yup, basic disiplin ilmu yang gue miliki. 
Tekat gue selama PPL bukan hanya melaksanakan hal yang diwajibkan kampus seperti wajib mengajar selama 6jp dalam seminggu. Melaksanakan PTK dan Memahami tupoksi guru diluar kelas. 
Tapi membangun relasi juga penting, ya maklum gue dilahirkan bukan di keluarga yang isinya banyak orang dalemnya, jadi gue mau buat relasi gue kuat bukan karena orang dalem dari lahir. haha

PPL ini akan dilaksanakan selama 6 Bulan (kurang dan lebih dimaklumi).
Yang artinya juga gue harus pindah kosan, padahal sebelumnya gue udah ngekost selama satu tahun di bandar lampung, tapi ya sudahlah, barangkali akan ada keperluan di bandar lampung sehingga kepake tu kosan untuk singgah.

Semakin tidak sabar menghadapi peserta didik zaman now, semoga ilmu yang satu semester kemarin gue dapat bisa bermanfaat dan bisa menjadi ladang amal bagi diri sendiri dan keluarga, khususnya mamah :').

Sekian...

Friday, November 02, 2018

Educate Your Self



Pada 3 pertemuan kuliah terakhir benar-benar membuat gue sadar betapa pentingnya untuk memotivasi diri.
Outputnya simpel, agar kita mau berjuang untuk menggapai semua yang diinginkan.
Membangun motivasi, membentuk konsep diri.

Kita semua tahu bahwa di era yang sangat maju ini semua bisa diraih dengan sangat mudah.
Apapun itu.
Jadi agak aneh aja ketika ada orang yang suka banget nanya hal-hal yang mendasar.
Kalau kata Dosen gue kemarin dalam setiap circle pasti ada orang seperti itu.

Satu hal sih yang gue pikir, kenapa dia suka banget nanya-nanya hal mendasar.
Yang seakan men describe dia like innocent people.
Kalau pikiran gue dia sengaja nanya2 hal kecil karena cuma mau ngetes kita aja.

Gue pribadi kalau di dalam sebuah lingkaran, ketika mau nanya hal sebelumnya gue udh googling dulu. Biar ga bego2 banget. Tapi tujuan gue googling biar apa yang gue lempar ke forum ya engga cuma kejawab sampe kulit, tapi bisa mengkerucut sampai ke biji sehingga dapat kesimpulan. That's why we must train our brain so it can improve its high order thinking skill

Buang-buang waktu ga sih, misalnya elu udah tau suatu hal.
lalu elu lemparkan ke forum, disaat yang sama elu mempermasalahkan jawab temen2 elu yang kurang ngena sama yang elu mau dapet.

That's all..
Educate Your Self!